Civitas Akademica FKIP UM Sumatera Barat mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi dalam rangka kegiatan “Hari Bermuhammadiyah” tanggal 12 Juni 2026. Kegiatan ini dipimpin Dekan Rini Hendrita, MPd., dan diikuti dosen dan tenaga kependidikan (Tendik), termasuk para mahasiswa.
Kedatangan rombongan disambut oleh Koordinator Majelis Kesejahteraan Sosial (Kessos), Pimpinan Daerah Aisyiyah Bukittinggi, Fatma Warnaini dan Ketua Majelis Kessos PDA Bukittinggi, Susilawati Zaimarni, SAg., bersama dengan anak-anak penghuni panti. Sambutan selamat datang sekaligus perkenalan mengenai Panti Asuhan Aisyiyah Bukittinggi disampaikan oleh Devi Wahyuni, MPd., selaku Ketua Pengurus.
Dekan FKIP UM Sumatera Barat dalam kata sambutannya turut memperkenalkan kampus yang berlokasi di Bukittinggi tersebut. Kegiatan Hari Bermuhammadiyah di tempat itu diisi empat program terkait yaitu workshop penulisan, kajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), bakti sosial dan promosi fakultas.

Workshop mengenai teknik penulisan dan penyusunan buku biografi Abdul Muin Saidi berjudul ”Membangun Kembali Muhammadiyah di Atas Reruntuhan Pergolakan Daerah” dibimbing oleh Efri Yoni Baikoeni. Sementara kajian AIK berjudul “AIK sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Islami untuk Mewujudkan Pengelola, Mahasiswa, Dosen, dan Anak Asuh yang Amanah, Berakhlak Mulia, dan Berkemajuan" disampaikan oleh Dr. Usmadi Dt. Tumanggung. Kegiatan bakti sosial ditandai dengan penyerahan bantuan untuk Pengurus Panti sebagai distribusi zakat dari civitas akademica FKIP UM Sumatera Barat. Sedangkan promosi fakultas ditandai dengan serah terima brosur, formulir dan informasi pendaftaran mahasiswa baru.

Sementara itu, Efri Yoni Baikoeni selaku narasumber workshop menyatakan bahwa melalui kursus teknik penulisan dan penyusunan buku biografi Abdul Muin Saidi ini diharapkan dapat membantu panti asuhan dalam menyusun buku biografi serupa yaitu sejarah pendiri panti maupun sejarah perjalanan panti asuhan yang didirikan sejak tahun 1951 tersebut. Salah satu tokoh pendiri panti adalah Ummi Hj. Saadah Siddik yang telah mendedikasikan hidupnya selama 56 tahun dari tahun 1951 sampai 1995 dalam amal usaha Aisyiyah Bukittinggi. Berkat kepeloporannya, saat ini panti asuhan Aisyiyah tersebut telah memiliki aset sekitar 13 milyar yang tersebar di 3 lokasi di Bukittinggi dengan 2000 anak asuh dan alumni sejak berdirinya tahun 1951. Berkat perjuangan inilah Ummi Hj. Saadah Siddik menerima piagam dan satya lencana dari Menteri Sosial RI tahun 1982, Pemrov Sumatera Barat tahun 1997 dan Walikota Bukittinggi tahun 2012. Pada tahun 2002, beliau dinobatkan sebagai salah satu dari 17 Perempuan Sumatera Barat berprestasi.
******